Langsung ke konten utama

Pemanfaatan Ikan Tidak Layak Konsumsi Sebagai Sumber Pakan Utama


Pakan merupakan salah satu sumber utama dalam proses kegiatan budidaya, dengan tidak nya pakan bagi kegiatan budidaya dapat dikatakan kegiatan budidaya itu tidak ada gunanaya. Mengingat pentingnya hal tersebut diatas, maka diperlukan sumber pakan yang tidak hanya bersumber dari pakan yang dijual di toko-toko dikarenakan harga pakan yang dijual pasaran tergolong sangat tinggi.

Direktorat Perikanan Budidaya (DJPB) dalam beberapa tahun ini, mengharapkan pembudidaya ikan untuk mengembangkan kegiatan pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lapangan. Dan hal ini juga dilakukan di Kota Parepare tepatnya di Detasemen B Brimob Kota Parepare dengan memanfaatkan Ikan layak konsumsi sebagai sumber pakan utama.

Detasemen B Brimob Parepare dalam dua bulan terakhir ini mulai mengiatkan kegiatan budidaya terutama kegiatan budidaya ikan lele. hal ini dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang tidak gunakan sekaligus sumber pendapatan bagi anggotanya. selain didukung dengan lahan yang luas juga didukung adanya mesin pakan yang telah lama tidak digunakan serta mudahnya memperoleh bahan baku yang bisa digunakan sebagai sumber pakan yakni ikan yang tidak layak konsumsi. dengan adanya ketiga hal tersebut di atas maka dapat menekan pengeluaran pakan. sebagai analisa sederhana untuk harga pakan di pasaran sekitar Rp.10.000 Per kilonya, sedangkan dengan pembuatan pakan mandiri biaya yang dikeluarkan sekitar Rp.5.000 sampai Rp.6.000 Per kilonya, yang tentu saja selisih biaya sangat jauh berbeda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT TANGKAP BAGAN DAN JENISNYA

Bagan adalah salah satu jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di tanah air untuk menangkap ikan pelagis kecil, pertama kali diperkenalkan oleh  n singkat alat tangkap tersebut telah dikenal di seluruh Indonesia. Bagan dalam perkembangannya telah banyak mengalami perubahan baik bentuk maupun ukuran yang dimodofikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan daerah penangkapannya. Berdasarkan cara pengoperasiannya bagan dikelompokkan dalam jaring angkat ( lift net ), namun karena menggunakan cahaya lampu untuk mengumpulkan ikan maka disebut juga  light fishing (Subani dan Barus, 1972; Baskoro dan Suherman, 2007).    Menurut  Baskoro   dan Suherman (2007), bagan dapat diklasifisikan menjadi dua, yaitu bagan tancap dan bagan apung. Bagan tancap merupakan bagan yang dipasang dengan jalan menancapkan rangka badan kedalam perairan sehingga posisi bagan tancap hanya dapat sekali ditanam dan tidak dapat dipindah-pindah selama musim penangkapan. Operasi penangka...

MENGENAL TERUMBU KARANG

Terumbu karang terdiri dari dua kata, yakni terumbu dan karang. Istilah terumbu dan karang memiliki makna yang berlainan. Istilah karang merujuk pada sekumpulan binatang. Sedangkan terumbu merupakan struktur kalsium karbonat (CaCO 3 ) yang dihasilkan oleh karang. Dalam bahasa Inggris disebut  coral reef Terumbu karang atau dikenal dengan istilah  coral reef  adalah sekumpulan  karang yang menghasilkan kapur dan bersimbiosis dengan zooxanthellae, yaitu  organisme uniseluler  yang dapat melakukan proses fotosintesis. Meskipun beberapa karang memiliki bentuk menyerupai  tumbuhan kingdom plantae , namun karang dalam  klasifikasi makhluk hidup  termasuk dalam kingdom animalia. Terumbu karang dalam  pengelompokan hewan  dikelompokkan dalam kelas anthozoa. Pada bentuk sederhananya, terumbu karang dibentuk oleh polip, yaitu bentuk tabung yang memiliki mulut diatasnya. Polip inilah yang berperan dalam pembiakan karang Ter...

Penyuluh Perikanan Satminkal Maros Mengikuti Diklat Cyber Extension

Guna mendukung era 4.0 yakni era dimana semua kegiatan akan berbasis teknologi tanpa terkecuali kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh. Untuk mendukung era 4.0 maka   Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (Puslatluh) melaksanakan Pendidikan dan Latihan Cyber Extension   pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2018 di Balai Diklat Aparatur Sukaman di Kabupaten Subang Jawa Barat. Pendidikan dan Latihan Cyber Extension ini diikuti oleh 100 Orang Penyuluh Perikanan yang berasal dari 9 Satminkal yang ada Indonesia. BRPBAP3 Maros sendiri mengikuti sertakan penyuluh perikanan sebanyak 10 orang yang terdiri dari 4 Orang Luhkan Sul-sel, 4 Orang luhkan Sultra dan 2 Orang Luhkan Sultra Dalam sambutan dan Arahannya sekaligus membuka Pendidikan dan Latihan Cyber Extension Plt. Kepaa Balai Diklat Aparatur Sukamandi Bapak Raden Hernan Mahardika   S.STP. MM yang mewakili Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Kapuslatluh) KKP mengharapkan dengan adanya kegiat...