Langsung ke konten utama

SOSIALISASI ASURANSI NELAYAN MANDIRI PEMERINTAH KOTA PAREPARE TAHUN 2019






Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare pada tanggal 18 Juni 2019 bertempat Rumah Kemasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cempae Kota Parepare melaksanakan Sosialisasi Asuransi Mandiri Tahun Anggaran 2019. Acara ini dihadiri pula oleh Pihak Jasindo Kota Parepare yang diwakili oleh Bapak SYAMSURI,  Penyuluh Perikanan PNS dan Penyuluh Perikanan Bantu dan tentu saja Pelaku Utama atau pelaku yang menjadi sasaran kegiatan
            Dalam sambutan dan arahannya Ibu Plt. Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Ir.Hj.ROSTINA,MP menjelaskan bahwa pada tahun 2019 ini Pemerintah Kota Parepare melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah menganggarkan sebanyak 114 Asuransi Nelayan Mandiri bagi Pelaku Utama ataupun pelaku usaha. Dan jikalau pada tahun 2019 peminat asuransi nelayan mandiri melampaui dari target yang ditetapkan akan diusahakan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Selanjutnya Ibu Plt. Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Ir.Hj.ROSTINA,MP juga menjelaskan program asuransi nelayan mandiri ini merupakan salah satu program yang pro masyarakat nelayan.
            Dalam sosialisasi asuransi nelayan mandiri ini pihak Jasindo pun memberikan penjelasan mengenai Asuransi Nelayan Mandiri Terpercaya (SIMANTEP) dimana terbagi dalam terbagi dalam 3 jenis yakni :
1. Simantep biru untuk maksimum perlindungan Rp. 200jt dengan premi Rp. 175ribu
2. Simantep Jingga untuk maksimum perlindungan Rp. 100 juta dengan premi Rp. 100 ribu
3. Simantep Hijau untuk maksimum perlindungan Rp. 50 juta dengan premi Rp. 75 ribu


ISWAHYUDDIN, S.Pi
Penyuluh Perikanan Muda
Kota Parepare

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT TANGKAP BAGAN DAN JENISNYA

Bagan adalah salah satu jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di tanah air untuk menangkap ikan pelagis kecil, pertama kali diperkenalkan oleh  n singkat alat tangkap tersebut telah dikenal di seluruh Indonesia. Bagan dalam perkembangannya telah banyak mengalami perubahan baik bentuk maupun ukuran yang dimodofikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan daerah penangkapannya. Berdasarkan cara pengoperasiannya bagan dikelompokkan dalam jaring angkat ( lift net ), namun karena menggunakan cahaya lampu untuk mengumpulkan ikan maka disebut juga  light fishing (Subani dan Barus, 1972; Baskoro dan Suherman, 2007).    Menurut  Baskoro   dan Suherman (2007), bagan dapat diklasifisikan menjadi dua, yaitu bagan tancap dan bagan apung. Bagan tancap merupakan bagan yang dipasang dengan jalan menancapkan rangka badan kedalam perairan sehingga posisi bagan tancap hanya dapat sekali ditanam dan tidak dapat dipindah-pindah selama musim penangkapan. Operasi penangka...

MENGENAL TERUMBU KARANG

Terumbu karang terdiri dari dua kata, yakni terumbu dan karang. Istilah terumbu dan karang memiliki makna yang berlainan. Istilah karang merujuk pada sekumpulan binatang. Sedangkan terumbu merupakan struktur kalsium karbonat (CaCO 3 ) yang dihasilkan oleh karang. Dalam bahasa Inggris disebut  coral reef Terumbu karang atau dikenal dengan istilah  coral reef  adalah sekumpulan  karang yang menghasilkan kapur dan bersimbiosis dengan zooxanthellae, yaitu  organisme uniseluler  yang dapat melakukan proses fotosintesis. Meskipun beberapa karang memiliki bentuk menyerupai  tumbuhan kingdom plantae , namun karang dalam  klasifikasi makhluk hidup  termasuk dalam kingdom animalia. Terumbu karang dalam  pengelompokan hewan  dikelompokkan dalam kelas anthozoa. Pada bentuk sederhananya, terumbu karang dibentuk oleh polip, yaitu bentuk tabung yang memiliki mulut diatasnya. Polip inilah yang berperan dalam pembiakan karang Ter...

Penyuluh Perikanan Satminkal Maros Mengikuti Diklat Cyber Extension

Guna mendukung era 4.0 yakni era dimana semua kegiatan akan berbasis teknologi tanpa terkecuali kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh. Untuk mendukung era 4.0 maka   Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (Puslatluh) melaksanakan Pendidikan dan Latihan Cyber Extension   pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2018 di Balai Diklat Aparatur Sukaman di Kabupaten Subang Jawa Barat. Pendidikan dan Latihan Cyber Extension ini diikuti oleh 100 Orang Penyuluh Perikanan yang berasal dari 9 Satminkal yang ada Indonesia. BRPBAP3 Maros sendiri mengikuti sertakan penyuluh perikanan sebanyak 10 orang yang terdiri dari 4 Orang Luhkan Sul-sel, 4 Orang luhkan Sultra dan 2 Orang Luhkan Sultra Dalam sambutan dan Arahannya sekaligus membuka Pendidikan dan Latihan Cyber Extension Plt. Kepaa Balai Diklat Aparatur Sukamandi Bapak Raden Hernan Mahardika   S.STP. MM yang mewakili Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Kapuslatluh) KKP mengharapkan dengan adanya kegiat...