Langsung ke konten utama

PEMERINTAH KOTA PAREPARE MENGRATISKAN PENGURUSAN AKTE NOTARIS BAGI KELOMPOK TANI NELAYAN




                Pemerintah Kota Parepare pada tahun 2019 ini melakukan gebrakan yang luar biasa dengan mengratiskan pengurusan Akte Notaris bagi kelompok tani nelayan. Hal ini disampaikan langsung oleh Ibu Plt. Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare Ir.Hj.ROSTINA,MP dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Para Kepala bidang, Staf Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan dan Penyuluh Perikanan PNS serta Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) pada hari jumat tanggal 14 Juni 2019 di Ruang Pertemuan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cempae Kota Parepare.

                Dalam pemaparan tentang program pengratisan Akte Notaris bagi kelompok tani nelayan, Ibu Plt. Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare Ir.Hj.ROSTINA,MP menjelaskan bahwa program ini timbul dari keresahan para kelompok tani nelayan yang ada di Kota Parepare soal pengurusan Akte Notaris dimana dalam pengurusannya perlu mengeluarkan biaya yang lumayan besar sekitar 300 sampe 500 Ribu Rupiah dan tentu saja memberatkan buat mereka. Dan kedua dalam mendapatkan bantuan baik yang bersumber dari APBN, APBD Tk.1 dan APBD Tk.2 syarat utamanya adalah harus mempunyai Akte Notaris.  

Selain itu dalam pemaparan Ibu Plt. Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare Ir.Hj.ROSTINA,MP juga menjelaskan bahwa dalam pengurusan Akte Notaris bagi Kelompok Tani Nelayan, penyuluh perikanan mempunyai peran yang vital dikarenakan penyuluh lah sebagai jembatan antara Kelompok Tani Nelayan dan Dinas. Salah contohnya adalah pada saat persiapan berkas Akte Notaris bagi Kelompok Tani Nelayan, penyuluh harus bekerjasama dengan Pengurus kelompok tani nelayan seperti harus melengkapi Kartu Tanda Penduduk (KTP) kelompok, sertifikat pengukuhan, berita acara pengukuhan dan susunan pengurusan . oleh karenanya program ini tidak berjalan tanpa peran aktif penyuluh perikanan, sehingga butuh koordinasi yang baik.



ISWAHYUDDIN, S.Pi
PENYULUH PERIKANAN MUDA KOTA PAREPARE

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT TANGKAP BAGAN DAN JENISNYA

Bagan adalah salah satu jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di tanah air untuk menangkap ikan pelagis kecil, pertama kali diperkenalkan oleh  n singkat alat tangkap tersebut telah dikenal di seluruh Indonesia. Bagan dalam perkembangannya telah banyak mengalami perubahan baik bentuk maupun ukuran yang dimodofikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan daerah penangkapannya. Berdasarkan cara pengoperasiannya bagan dikelompokkan dalam jaring angkat ( lift net ), namun karena menggunakan cahaya lampu untuk mengumpulkan ikan maka disebut juga  light fishing (Subani dan Barus, 1972; Baskoro dan Suherman, 2007).    Menurut  Baskoro   dan Suherman (2007), bagan dapat diklasifisikan menjadi dua, yaitu bagan tancap dan bagan apung. Bagan tancap merupakan bagan yang dipasang dengan jalan menancapkan rangka badan kedalam perairan sehingga posisi bagan tancap hanya dapat sekali ditanam dan tidak dapat dipindah-pindah selama musim penangkapan. Operasi penangka...

MENGENAL TERUMBU KARANG

Terumbu karang terdiri dari dua kata, yakni terumbu dan karang. Istilah terumbu dan karang memiliki makna yang berlainan. Istilah karang merujuk pada sekumpulan binatang. Sedangkan terumbu merupakan struktur kalsium karbonat (CaCO 3 ) yang dihasilkan oleh karang. Dalam bahasa Inggris disebut  coral reef Terumbu karang atau dikenal dengan istilah  coral reef  adalah sekumpulan  karang yang menghasilkan kapur dan bersimbiosis dengan zooxanthellae, yaitu  organisme uniseluler  yang dapat melakukan proses fotosintesis. Meskipun beberapa karang memiliki bentuk menyerupai  tumbuhan kingdom plantae , namun karang dalam  klasifikasi makhluk hidup  termasuk dalam kingdom animalia. Terumbu karang dalam  pengelompokan hewan  dikelompokkan dalam kelas anthozoa. Pada bentuk sederhananya, terumbu karang dibentuk oleh polip, yaitu bentuk tabung yang memiliki mulut diatasnya. Polip inilah yang berperan dalam pembiakan karang Ter...

Penyuluh Perikanan Satminkal Maros Mengikuti Diklat Cyber Extension

Guna mendukung era 4.0 yakni era dimana semua kegiatan akan berbasis teknologi tanpa terkecuali kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh. Untuk mendukung era 4.0 maka   Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (Puslatluh) melaksanakan Pendidikan dan Latihan Cyber Extension   pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2018 di Balai Diklat Aparatur Sukaman di Kabupaten Subang Jawa Barat. Pendidikan dan Latihan Cyber Extension ini diikuti oleh 100 Orang Penyuluh Perikanan yang berasal dari 9 Satminkal yang ada Indonesia. BRPBAP3 Maros sendiri mengikuti sertakan penyuluh perikanan sebanyak 10 orang yang terdiri dari 4 Orang Luhkan Sul-sel, 4 Orang luhkan Sultra dan 2 Orang Luhkan Sultra Dalam sambutan dan Arahannya sekaligus membuka Pendidikan dan Latihan Cyber Extension Plt. Kepaa Balai Diklat Aparatur Sukamandi Bapak Raden Hernan Mahardika   S.STP. MM yang mewakili Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Kapuslatluh) KKP mengharapkan dengan adanya kegiat...