Langsung ke konten utama

PENYULUH PERIKANAN PNS DAN PPB MELAKSANAKAN INVENTARISASI KELOMPOK DAN DEMONSTRASI CARA

Salah satu Tugas Pokok baik itu Penyuluh Perikanan yang tertuang dalam Undang-undang penyuluhan No. 16 Tahun 2016 adalah Melaksanaan penyuluhan , evaluasi dan pelaporan serta pengembangan penyuluhan dimana salah fungsi Penyuluh Perikanan itu adalah Meningkatkan Kemampuan Kepemimpinan, Manajerial, Dan Kewirausahaan Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha serta Membantu Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha Dalam Menumbuhkembangkan Organisasinya. Melihat hal tugas pokok serta fungsinya, maka Penyuluh Perikanan PNS bersama dengan Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) melaksanakan Inventarisasi Kelompok serta Materi Penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki Kota Parepare (13/03/2018). Kegiatan ini ditujukan Ke Kelompok Massidie, Kelompok Massidie I, Kelompok Harapan dan Kelompok Doaku Harapanku di bawah binaan Bapak Sulaeman, S.Pi (Bidang Penangkapan) dan Ibu Anugrah Tenrisa'na R, S.Pi, M.Si (Bidang Pengolahan). Hal ini dilakukan mengingat keempat kelompok tersebut jumlah dari anggota kelompoknya ada yang berlebih dan ada yang berkurang.Mengingat aturan jumlah anggota kelompok perikanan adalah 10 Orang. Sehingga diperlukan perbaikan ulang dengan cara menggabungkan kelompok yang berlebih jumlah anggotanya ke kelompok yang kurang anggota sehingga ada penyerataan jumlah anggota dan juga mengecek apakah anggota tersebut masih aktif sebagai nelayan atau tidak.




Setelah kegiatan inventarisasi kelompok maka dilanjutkan dengan Demontrasi Cara (Demcar) yakni penggunaan GPS oleh Bapak Iswahyuddin S.Pi serta Sosialisasi alat tangkap ramah lingkungani yakni Pengenalan Alat tangkap Ramah Lingkungan oleh Ibu Zuliana S.Pi. Hasil ini dilakukan untuk menambah pengetahuan bagi nelayan tentang apa itu GPS dan cara pengeoperasiannya serta memberikan pemahaman tentang jenis-jenis alat tangkap yang ramah lingkungan dan juga sedikit membahas tentang isu pelarangan penggunaan trawl di Indonesia



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT TANGKAP BAGAN DAN JENISNYA

Bagan adalah salah satu jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di tanah air untuk menangkap ikan pelagis kecil, pertama kali diperkenalkan oleh  n singkat alat tangkap tersebut telah dikenal di seluruh Indonesia. Bagan dalam perkembangannya telah banyak mengalami perubahan baik bentuk maupun ukuran yang dimodofikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan daerah penangkapannya. Berdasarkan cara pengoperasiannya bagan dikelompokkan dalam jaring angkat ( lift net ), namun karena menggunakan cahaya lampu untuk mengumpulkan ikan maka disebut juga  light fishing (Subani dan Barus, 1972; Baskoro dan Suherman, 2007).    Menurut  Baskoro   dan Suherman (2007), bagan dapat diklasifisikan menjadi dua, yaitu bagan tancap dan bagan apung. Bagan tancap merupakan bagan yang dipasang dengan jalan menancapkan rangka badan kedalam perairan sehingga posisi bagan tancap hanya dapat sekali ditanam dan tidak dapat dipindah-pindah selama musim penangkapan. Operasi penangka...

MENGENAL TERUMBU KARANG

Terumbu karang terdiri dari dua kata, yakni terumbu dan karang. Istilah terumbu dan karang memiliki makna yang berlainan. Istilah karang merujuk pada sekumpulan binatang. Sedangkan terumbu merupakan struktur kalsium karbonat (CaCO 3 ) yang dihasilkan oleh karang. Dalam bahasa Inggris disebut  coral reef Terumbu karang atau dikenal dengan istilah  coral reef  adalah sekumpulan  karang yang menghasilkan kapur dan bersimbiosis dengan zooxanthellae, yaitu  organisme uniseluler  yang dapat melakukan proses fotosintesis. Meskipun beberapa karang memiliki bentuk menyerupai  tumbuhan kingdom plantae , namun karang dalam  klasifikasi makhluk hidup  termasuk dalam kingdom animalia. Terumbu karang dalam  pengelompokan hewan  dikelompokkan dalam kelas anthozoa. Pada bentuk sederhananya, terumbu karang dibentuk oleh polip, yaitu bentuk tabung yang memiliki mulut diatasnya. Polip inilah yang berperan dalam pembiakan karang Ter...

Penyuluh Perikanan Satminkal Maros Mengikuti Diklat Cyber Extension

Guna mendukung era 4.0 yakni era dimana semua kegiatan akan berbasis teknologi tanpa terkecuali kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh. Untuk mendukung era 4.0 maka   Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (Puslatluh) melaksanakan Pendidikan dan Latihan Cyber Extension   pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2018 di Balai Diklat Aparatur Sukaman di Kabupaten Subang Jawa Barat. Pendidikan dan Latihan Cyber Extension ini diikuti oleh 100 Orang Penyuluh Perikanan yang berasal dari 9 Satminkal yang ada Indonesia. BRPBAP3 Maros sendiri mengikuti sertakan penyuluh perikanan sebanyak 10 orang yang terdiri dari 4 Orang Luhkan Sul-sel, 4 Orang luhkan Sultra dan 2 Orang Luhkan Sultra Dalam sambutan dan Arahannya sekaligus membuka Pendidikan dan Latihan Cyber Extension Plt. Kepaa Balai Diklat Aparatur Sukamandi Bapak Raden Hernan Mahardika   S.STP. MM yang mewakili Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Kapuslatluh) KKP mengharapkan dengan adanya kegiat...