Langsung ke konten utama

Pelatihan Perbaikan dan Pemeliharaan Kapal Fiber Di Kota Parepare


Guna Mendukung  Program Pendampingan Bantuan Di Kota Parepare Propinsi Sulawesi Selatan, Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung mengadakan Pelatihan Perbaikan dan Pemeliharaan Kapal Fiber yang diadakan pada tanggal 25 sampai dengan 30 September 2018 di Bidang Perikanan Aula Perikanan Kota Parepare.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Parepare Yakni Ibu Ir.Hj.ROSTINA, MP didampingi oleh Kepala Bidang Masyarakat Nelayan Pesisir yakni Bapak Dr. Ir. Abdullah, MM serta Tim Pengajar yang berjumlah 4 orang dibawah Pimpinan Bapak HIDAYAT LANTAH, SE selaku perwakilan dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung . Dalam arahannya beliau mengharapkan kegiatan ini dapat berlangsung secara kontinue bukan hanya pada tahun 2018 saja melainkan pada tahun-tahun berikutnya dikarenakan jumlah nelayan yang membutuhkan pelatihan tersebut tergolong sangat banyak mengingat dar 4 Kecamatan 22 Kelurahan serta 22 Kelurahan yang ada di Kota Parepare, 11 Kelurahan diantaranya adalah wilayah pesisir. Selain itu pula beliau menghimbau kepada peserta agar sungguh-sungguh  mengikuti pelatihan ini mulai dari awal sampai akhir dikarenakan para peserta dapat menjadi pengajar bagi rekan-rekan nelayan yang tidak mengikuti pelatihan ini.
Peserta yang mengikuti adalah para nelayan yang berada di wilayah pesisir kota parepare yang berjumlah 30 Orang serta diikuti pula oleh Para peny
uluh baik itu Penyuluh Perikanan PNS maupun Penyuluh Perikanan Bantu (PPB).





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ALAT TANGKAP BAGAN DAN JENISNYA

Bagan adalah salah satu jenis alat tangkap yang digunakan nelayan di tanah air untuk menangkap ikan pelagis kecil, pertama kali diperkenalkan oleh  n singkat alat tangkap tersebut telah dikenal di seluruh Indonesia. Bagan dalam perkembangannya telah banyak mengalami perubahan baik bentuk maupun ukuran yang dimodofikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan daerah penangkapannya. Berdasarkan cara pengoperasiannya bagan dikelompokkan dalam jaring angkat ( lift net ), namun karena menggunakan cahaya lampu untuk mengumpulkan ikan maka disebut juga  light fishing (Subani dan Barus, 1972; Baskoro dan Suherman, 2007).    Menurut  Baskoro   dan Suherman (2007), bagan dapat diklasifisikan menjadi dua, yaitu bagan tancap dan bagan apung. Bagan tancap merupakan bagan yang dipasang dengan jalan menancapkan rangka badan kedalam perairan sehingga posisi bagan tancap hanya dapat sekali ditanam dan tidak dapat dipindah-pindah selama musim penangkapan. Operasi penangka...

MENGENAL TERUMBU KARANG

Terumbu karang terdiri dari dua kata, yakni terumbu dan karang. Istilah terumbu dan karang memiliki makna yang berlainan. Istilah karang merujuk pada sekumpulan binatang. Sedangkan terumbu merupakan struktur kalsium karbonat (CaCO 3 ) yang dihasilkan oleh karang. Dalam bahasa Inggris disebut  coral reef Terumbu karang atau dikenal dengan istilah  coral reef  adalah sekumpulan  karang yang menghasilkan kapur dan bersimbiosis dengan zooxanthellae, yaitu  organisme uniseluler  yang dapat melakukan proses fotosintesis. Meskipun beberapa karang memiliki bentuk menyerupai  tumbuhan kingdom plantae , namun karang dalam  klasifikasi makhluk hidup  termasuk dalam kingdom animalia. Terumbu karang dalam  pengelompokan hewan  dikelompokkan dalam kelas anthozoa. Pada bentuk sederhananya, terumbu karang dibentuk oleh polip, yaitu bentuk tabung yang memiliki mulut diatasnya. Polip inilah yang berperan dalam pembiakan karang Ter...

Penyuluh Perikanan Satminkal Maros Mengikuti Diklat Cyber Extension

Guna mendukung era 4.0 yakni era dimana semua kegiatan akan berbasis teknologi tanpa terkecuali kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Penyuluh. Untuk mendukung era 4.0 maka   Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (Puslatluh) melaksanakan Pendidikan dan Latihan Cyber Extension   pada tanggal 10 sampai 12 Desember 2018 di Balai Diklat Aparatur Sukaman di Kabupaten Subang Jawa Barat. Pendidikan dan Latihan Cyber Extension ini diikuti oleh 100 Orang Penyuluh Perikanan yang berasal dari 9 Satminkal yang ada Indonesia. BRPBAP3 Maros sendiri mengikuti sertakan penyuluh perikanan sebanyak 10 orang yang terdiri dari 4 Orang Luhkan Sul-sel, 4 Orang luhkan Sultra dan 2 Orang Luhkan Sultra Dalam sambutan dan Arahannya sekaligus membuka Pendidikan dan Latihan Cyber Extension Plt. Kepaa Balai Diklat Aparatur Sukamandi Bapak Raden Hernan Mahardika   S.STP. MM yang mewakili Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan (Kapuslatluh) KKP mengharapkan dengan adanya kegiat...